Sungai Pinyuh, 11 Maret 2026 — SDN 01 Sungai Pinyuh sukses menyelenggarakan rangkaian akhir kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H yang ditutup dengan acara Buka Bersama dan kajian oleh Ustad Ainur Rofiq, S.Pd. Kegiatan ini mengangkat tema “Indahnya Ramadan dengan Ibadah dan Berakhlak Mulia”, yang sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam membentuk generasi saleh dan salihah, cinta Al-Qur’an, serta berperilaku santun dalam kehidupan sehari-hari.
Table of Contents
Rangkaian Kegiatan Pesantren Kilat
Kegiatan Pesantren Kilat tahun ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu:
- 20 Februari 2026: Pembukaan, Pembacaan surah Yasin, dan Tausiah
- 5 Maret 2026: Kegiatan khatamul Qur’an dan Tausiah.
- 11 Maret 2026: Penutupan, tausiah, dan buka bersama seluruh warga sekolah.

Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, SDN 01 Sungai Pinyuh berupaya memberikan pembinaan karakter Islami yang berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh pembiasaan ibadah dan akhlak siswa sehari-hari. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan Ayat Suci Al Quran oleh siswi SD Negeri 01 Sungai Pinyuh.

Pesan Kepala Sekolah: Ramadan Momentum Perubahan Sikap
Dalam sambutannya, Kepala SDN 01 Sungai Pinyuh menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk membentuk sikap dan karakter siswa. Menurut beliau, ibadah puasa tidak hanya melatih siswa menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik agar lebih sabar, jujur, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Beliau juga mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Kilat 2026 yang berjalan lancar dan penuh antusiasme. Para siswa dinilai menunjukkan perubahan sikap positif, mulai dari kedisiplinan mengikuti materi hingga meningkatnya adab dalam berinteraksi dengan guru dan teman.
“Kami sangat bangga dengan semangat anak-anak selama Ramadan ini. Semoga kebiasaan baik yang dilaksanakan selama Pesantren Kilat dapat terus diterapkan setelah Ramadan berakhir,” ujarnya.
Tausiah Ustad Ainur Rofiq: Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Pada puncak acara, Ustad Ainur Rofiq, S.Pd memberikan tausiah yang menenangkan dan menginspirasi. Beliau menjelaskan keutamaan malam Lailatul Qadar, malam terbaik dari seribu bulan, yang menjadi kesempatan luar biasa bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan ibadah.

Ustad Ainur Rofiq mengajak para siswa untuk:
1. Membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari
Ustad Ainur Rofiq menekankan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya ibadah yang berpahala besar, tetapi juga menjadi sarana untuk menenangkan hati dan memperbaiki perilaku. Dengan membiasakan diri membaca Al-Qur’an meskipun hanya beberapa ayat setiap hari, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan dekat dengan nilai-nilai kebaikan. Kebiasaan ini juga menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar.
2. Menjaga sopan santun kepada orang tua dan guru
Menurut beliau, akhlak mulia dimulai dari sikap hormat kepada orang tua dan guru. Ustad Ainur Rofiq menjelaskan bahwa keberkahan ilmu sangat bergantung pada bagaimana seseorang memperlakukan gurunya. Dengan bersikap sopan, mendengarkan nasihat, serta menaati arahan orang tua dan guru, siswa akan menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Nilai-nilai kesopanan inilah yang menjadi inti pendidikan karakter Islami.
3. Menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain
Dalam tausiahnya, Ustad Ainur Rofiq mengingatkan agar siswa menjauhi perilaku negatif seperti berkata kasar, membully, berbohong, atau melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. Ramadan, menurut beliau, adalah momen terbaik untuk memperbaiki diri. Dengan menjauhkan diri dari kebiasaan buruk, siswa dapat membangun lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai.
4. Memanfaatkan Ramadan sebagai bulan latihan membangun akhlak mulia
Ramadan diibaratkan sebagai “sekolah pembentukan karakter”. Ustad Ainur Rofiq mengajak siswa untuk memanfaatkan bulan suci ini sebagai ajang latihan memperbaiki akhlak, memperbanyak ibadah, serta membiasakan kebiasaan baik yang dapat dilanjutkan setelah Ramadan usai. Ia menekankan bahwa akhlak mulia tidak dibentuk dalam satu hari, tetapi melalui latihan dan keteladanan yang terus-menerus.
Buka Bersama: Membangun Kebersamaan Warga Sekolah
Setelah tausiah, seluruh siswa, guru, staf sekolah, yang hadir menikmati kebersamaan dalam acara buka puasa bersama. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak di halaman sekolah, tempat kegiatan ini berlangsung.
Acara buka bersama semakin mempererat hubungan antara pihak sekolah dan orang tua, sekaligus menjadi sarana silaturahmi yang jarang bisa dilakukan di luar momentum Ramadan.
Apresiasi untuk Guru Agama dan Seluruh Warga Sekolah
Kepala sekolah juga memberikan apresiasi khusus kepada:
- Bu Hasnawati – Guru Pendidikan Agama Islam
- Bu Rina Aulia – Guru pendamping kegiatan keagamaan
Keduanya dinilai telah bekerja keras mempersiapkan materi, mengatur teknis kegiatan, serta mendampingi siswa dari awal hingga akhir rangkaian Pesantren Kilat.
Tak lupa, penghargaan juga diberikan kepada seluruh guru, staf sekolah, dan orang tua yang turut berkontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.
Baca juga:
- SDN 01 Sungai Pinyuh Bagikan 1.200 Takjil Ramadan, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- SDN 01 Sungai Pinyuh Gelar Kegiatan Ramadan: Sholat Dhuha, Yasinan, dan Tausiyah
Menanamkan Nilai Mulia Sejak Dini
Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan di SDN 01 Sungai Pinyuh setiap tahun selalu menjadi program unggulan karena dampaknya yang nyata terhadap pembentukan karakter siswa. Dengan tema besar “Indahnya Ramadan dengan Ibadah dan Berakhlak Mulia”, sekolah berharap peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, serta tumbuh menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat.







Tinggalkan komentar